Home arrow Articles arrow Health arrow Berhenti Merokok, Supporter Berperan
Newsflash

Kini dibuka kembali kelas Reguler, silahkan hubungi (021) 9310.0374 / (021) 919.888.82 / (021) 9369.8077. Periode 66 mulai efektif dibuka per 01 Septemberi 2011.

 
Main Menu
Home
- - - - - - -
Taekwondo School
Special Course
Taekwondo Trip
Event Organizer
- - - - - - -
About Us
Contact Us
BOM
IOSTA
- - - - - - -
Gallery
Articles
Links
News
FAQs
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday85
mod_vvisit_counterYesterday111
Who's Online
We have 11 guests online
Login Form





Lost Password?
powered_by.png, 1 kB

Berhenti Merokok, Supporter Berperan Print E-mail

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu hal yang tak kalah penting dalam upaya berhenti merokok adalah peran para supporter. Karena kebanyakan para perokok adalah lelaki, dalam hal ini para perempuanlah yang mengambil peran penting dalam upaya ini.

"Termasuk anak-anak, utamanya anak perempuan. Merekalah yang biasanya menjadi penyemangat dalam upaya ini," jelas dr. Tribowo Tuahta Ginting Sp.KJ dalam talk show berjudul Peran Perempuan dalam Menanggulangi Masalah Rokok dalam Keluarga di Gedung Asma RSUP Persahabatan, Jakarta, Selasa (4/5/2010).

Tribowo pun menuturkan, memang tidak mudah membuat para perokok mau berhenti begitu saja. Perlu ada kesabaran dan pendekatan penuh kasih sayang. Perlu disadari pula bahwa ada tahap-tahap yang memang harus dilalui.

"Jangan langsung disuruh dan dipaksa berhenti begitu saja," jelas dokter yang juga menjadi tim dalam Klinik Berhenti Merokok di RS Persahabatan ini.

Para perempuan atau istri dalam hal ini berperan penting menjadi pendukung upaya ini agar motivasi untuk berhenti merokok tetap terjaga. Jadi, peran mereka tak bisa dikatakan kecil, kata Tri.

Seperti pengalaman Helda Suhenda yang sudah 32 tahun merokok. Gara-gara istrinyalah dia mau berhenti merokok. "Saya bahkan sempat ditantang istri saya. Katanya, mau milih rokok atau saya. Kalau milih rokok lebih baik cerai," ujar pria tiga puluhan tahun ini.

Rupanya tantangan ini membuat Suhenda terpicu untuk berhenti. Sejak setahun lalu akhirnya dia bisa bebas dari keinginan untuk mengisap barang beracun ini.

Suhenda pun bercerita, setelah tak lagi merokok, dirinya sudah tak pernah batuk-batuk lagi di malam hari. Dia dan istri bisa tidur nyenyak karena tak lagi bertengkar gara-gara asap beracun ini.

Pengalaman serupa juga dialami Bunda Yvette, ibu kandung Bimbim, penggebug drum grup band SLANK. "Saya tidak pernah memarahi anak-anak saya, baik saat mereka masih menggunakan narkoba atau masih gemar merokok," jelasnya.

Yvette mengungkapkan, bahwa yang dibutuhkan anak-anak itu adalah perhatian. "Saya hanya memberi contoh bagaimana hidup sehat itu dijalankan. Mereka akhirnya dengan kesadaran sendiri mengikutinya," jelasnya.  

Sekarang, memang masih ada beberapa anggota SLANK yang merokok, "Saya akan mengusahakan agar mereka juga berhenti merokok," tutur Bunda.

Terakhir Tribowo mengungkapkan bahwa apa pun kemajuan yang dicapai saat para perokok itu ingin berhenti harus selalu dihargai.

"Sebaiknya ibu-ibu tidak melakukan tindakan kasar dalam bentuk verbal atau fisik apalagi kalau yang dihadapi itu anak-anak kita," terang Tri.

 

Sumber : Kompas.com

 
Sponsored Links
Sponsored Links
Copyright © 2012 TaekwondoTETA.com|Taekwondo Jakarta|Taekwondo Indonesia|Taekwondo Korea. All Rights Reserved.
OwnBizz : Taekwondo TETA Logo and TETA Divisions are trademarks of Taekwondo TETA School.