|
VIVAnews - Apakah Anda merasa temperatur udara di Jakarta hari-hari belakangan lebih panas? Jangan remehkan kondisi ini. Cuaca panas bisa memicu sengatan panas (heat stroke), yang menyebabkan tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi.
Apabila tubuh tidak mampu mendinginkan dan mengembalikan suhu tubuh ke kondisi normal, sengatan panas bahkan dapat membahayakan jiwa. Serangan panas bisa menyebabkan kerusakan organ atau kematian.
Mereka yang berisiko tinggi antara lain, orang tua 65 tahun ke atas, bayi dan anak-anak, ibu hamil dan menyusui, orang dengan fisik tidak sehat, khususnya pengidap penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, serta pasien pengonsumsi obat-obatan mental
Biasanya, sengatan panas terjadi saat temperatur udara naik di atas 40,5 Celcius. Pada suhu ini, sengatan panas mulai berpeluang mematikan sistem internal dalam tubuh.
Menormalkan suhu tubuh di tengah cuaca panas bisa dilakukan saat tubuh berkeringat. Saat terjadi dehidrasi dan tubuh tidak berkeringat, darah menjadi terkonsentrasi sehingga fungsi organ terganggu. Akibatnya terjadi perubahan sistem saraf pusat seperti delirium, koma dan kejang. Serangan panas bisa mempengaruhi fungsi hati, ginjal, otot dan kerusakan jantung.
Untuk mencegahnya, minum banyak cairan non-alkohol dan hindari kegiatan yang akan meningkatkan suhu tubuh. Beberapa jenis obat-batan seperti ekstasi dan alkohol bisa meningkatkan suhu tubuh penyebab dehidrasi.
Gejala Gejala serangan panas tampak mirip dengan panas akibat kelelahan. Tetapi kulit bisa terlihat kering tanpa berkeringat. Kesehatan mental pun memperburuk kondisi seseorang. Tanda-tandanya?
- Suhu tubuh sangat tinggi - Kulit memerah, panas dan kering tetapi tidak berkeringat - Lidah kering dan membengkak - Denyut nadi cepat - Sakit kepala berdenyut - Pusing, kebingungan, mual - Kadang-kadang tak sadarkan diri
Cara mencegahnya
1. Minum banyak air atau cairan non-alkohol lainnya. Hindari minum cairan yang sangat dingin, karena dapat menyebabkan kram perut.
2. Hindari terlalu lelah. Kurangi aktivitas fisik dan kegiatan dalam cuaca panas. Jika tidak dapat dihindari, beristirahatlah lebih sering. Sebaiknya berteduh dalam rumah atau tempat yang teduh.
3. Jaga agar udara dingin tetap berhembus di sekitar Anda. Gunakan AC jika memungkinkan atau kunjungi pusat perbelanjaan atau perpustakaan dengan fasilitas AC.
4. Makan camilan secara teratur
5. Pakailah pakaian yang ringan
6. Mandi menggunakan air dingin
7. Selalu memeriksa kondisi lansia dan orang yag sedang sakit yang memerlukan bantuan mengatasi rasa panas minimal dua kali sehari.
8. Jangan meninggalkan orang atau hewan peliharaan di dalam mobil tertutup.
Tips beraktivitas dalam cuaca panas
1. Batasi aktivitas di pada siang hari, lebih baik lakukan pada pagi atau sore hari.
2. Lindungi diri Anda dari matahari saat beraktivitas dengan menggunakan tabir surya, topi dan kaca mata hitam.
3. Istirahat dan berteduh secara teratur dan sering minum cairan. Baca juga: 10 Fakta Seputar Sinar Ultraviolet Sumber : VIVAnews.com
|