Home arrow Articles arrow Health arrow Tuberkulosis pada Anak Sulit Dikenali
Newsflash

Kini dibuka kembali kelas Reguler, silahkan hubungi (021) 9310.0374 / (021) 919.888.82 / (021) 9369.8077. Periode 66 mulai efektif dibuka per 01 Septemberi 2011.

 
Main Menu
Home
- - - - - - -
Taekwondo School
Special Course
Taekwondo Trip
Event Organizer
- - - - - - -
About Us
Contact Us
BOM
IOSTA
- - - - - - -
Gallery
Articles
Links
News
FAQs
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday73
mod_vvisit_counterYesterday111
Who's Online
We have 27 guests online
Login Form





Lost Password?
powered_by.png, 1 kB

Tuberkulosis pada Anak Sulit Dikenali Print E-mail

JAKARTA, KOMPAS.com- Tuberkulosis pada anak berbeda dengan orang dewasa. Penegakan diagnosis penyakit tersebut pada anak jauh lebih sulit lantaran gejala klinis sulit dikenali atau mirip dengan gejala penyakit lain.

Demikian terungkap dalam talkshow bertema Cegah TB Kebal Obat yang diselenggarakan RSUP Persahabatan, Selasa (20/4/2010).  

Penyakit Tuberkulosis (TB) ialah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.

Dokter Spesialis Anak Tjatur Kuat Sagoro, mengatakan, gejala tuberculosis (TB) pada anak tidak khas sifatnya. "Gejala batuk-batuk, demam naik turun tidak terlalu tinggi, berkeringat di malam hari, berat badan turun, kelainan di paru pada foto thoraks, dan pembengkakan kelenjar yang merupakan gejala tuberkulosis pada orang dewasa, belum tentu berarti tuberkulosis pada anak," ujar Tjatur.

Terlebih lagi, terdapat chesty child atau anak yang mudah mengalami gejala saluran pernafasan atau respiratorik yang biasanya ditandai dengan batuk-batuk dan napas berbunyi. "Jika tidak memahami tuberkulosis pada anak, begitu ada tanda-tanda tersebut, biasanya langsung dikatakan tuberkulosis. Padahal, belum tentu," ujarnya. 

Alat utama untuk menegakan diagnosis tuberkulosis pada anak ialah dengan uji tuberkulin atau lebih dikenal dengan tes mantouk, yakni dengan menyuntikkan protein kuman Mycobacterium tuberculosis pada lengan bawah anak guna memastikan anak terinfeksi tuberkulosis atau tidak. Kemudian dilihat reaksi pembengkakan di kulit.

Menurut Tjatur, TB pada anak tidak menular, sehingga anak jangan diasingkan. Kuman TB pada anak berkembang di dalam kelenjar paru atau tidak terbuka. Berbeda dengan kuman pada orang dewasa yang berkembang di da lam paru-paru. Kuman lalu membuat lubang untuk keluar melalui saluran nafas sehingga dapat tersebar ke luar.

Sumber : KOMPAS.com

 
Sponsored Links
Sponsored Links
Copyright © 2012 TaekwondoTETA.com|Taekwondo Jakarta|Taekwondo Indonesia|Taekwondo Korea. All Rights Reserved.
OwnBizz : Taekwondo TETA Logo and TETA Divisions are trademarks of Taekwondo TETA School.